Skip to content

26 April 2018

Pelatihan Pengolahan Sampah

by admin-cimanggis

Dihadapan Peserta Camat Cimanggis Drs. Eman Hidayat, MM, menghibau agar selalu menjaga kebersihan lingkungan rumah masing-masing, dengang membuat lubang-lubang Biopori, yang yang hasil dari pembusukannya dapat dimanfaatkan menjadi pupuk Kompos.

Kita harus merubah mindset kita dari “buang sampah pada tempatnya” menjadi “jangan malas memilah sampah”. Mulai dari diri kita sendiri, dari rumah tangga kita sendiri aja dulu..

Saya juga sempet berpikir, duh, kayaknya kok susah ya mengolah sampah jadi kompos….gimana caranya yaaa ??
Alhamdulillah, kemarin saya dan keluarga, bisa belajar mengolah sampah dan pembibitan tanaman di dirumah sendiri, bibit yang ditanam adalah cabai, sehinggga keluarga tidak lagi membeli cabai lagi diwarung.

Ini sebagian ilmu yang bisa saya share di sini tentang bagaimana mengolah sampah organik rumah tangga menjadi kompos.
Pertama, pilahkan sampah organik ( sampah dapur dan halaman ) dan sampah non organik. Komposisi terbesar dari sampah rumah tangga sekitar 70% sebenarnya adalah sampah organik. Dan ini bisa ‘ditahan’ di rumah, dan diolah menjadi kompos.
Jenis sampah organik yang bisa diolah menjadi kompos itu adalah :
sampah sayur baru
sisa sayur basi, tapi ini harus dicuci dulu, peras, lalu buang airnya
sisa nasi
sisa ikan, ayam, kulit telur

Kalau prosesnya benar, maka pengomposan ini sama sekali ngga menimbulkan bau busuk. Dan istimewanya lagi, kompos yang dihasilkan ini bisa dipake kapan Saja dan terserah berapa banyak untuk mupuk tanaman kita…

YA, kenapa kita ngga mulai mengubah kebiasaan ‘membuang’ sampah menjadi ‘mengolah’ ?
Ayo, siapa yang berminat bergabung dengan jutaan orang di seluruh dunia yang berusaha menjaga kebersihan dan kelestarian alam ?

Read more from Berita Utama

Leave a comment

Note: HTML is allowed. Your email address will never be published.

Subscribe to comments

required
required