Rakoor Minggon Kecamatan Cimanggis

Selasa pagi (21 Maret 2017) telah diadakan Rapat Koordinasi Mingguan atau yang sering disebut rapat minggon, bertempat dilantai 3 (tiga) kantor Kecamatan Ciamanggis. Peserta rapat terdiri dari Muspika Kecamatan Cimanggis antara lain dari Kodim,Polres dan KUA serta MUI  Kecamatan Cimanggis. Selain itu kegiatan ini juga dihadiri oleh  UPT Dinas Pendidikan , UPT Dinas Kesehatan Kecamatan Cimanggis dan PLN Depok. Agenda Rakoor ini antara lain membahas tentang keamanan dan ketertiban masyarakat terkait kerusuhan yang terjadi antara pengemudi Transportasi online dengan pengemudi Transportasi Konvensional (Angkot) di beberapa daerah khususnya di Jawa Barat.Dalam sambutannya Kapolsek Cimanggis menyampaikan bahwa untuk mengantisifasi meluasnya kerusuhan yang terjadi di Bogor, aparat polsek cimanggis tengah bersiaga di daerah perbatasan Bogor – Depok yaitu diujung  bawah fly over Cibinong. Danramil Cimanggis menambahkan bahwa permasalahan angkutan umum baik online maupun konvensional merupakan permasalahan ekonomi masyarakat dan rezeki setiap orang itu tidak akan tertukar. Hendaknya antara kedua pihak saling memahami bahwa setiap orang berhak untuk berusaha untuk memenuhi kebutuhan ekonominya  dan ada rezekinya masing-masing.

Kerusuhan-kerusuhan yang terjadi merupakan fenomena hidup bermasyarakat, adanya rasa tersaingi,menurunnya pendapatan karena beralihnya penumpang merupakan dua hal yang melatarbelakangi timbulnya kerusuhan. Kalau mencari siapa yang salah dalam hal ini tidak akan menyelesaikan permasalahan,bisa saja angkutan online  salah karena tidak memberlakukan tarif yang berlaku umum dan bersaing sehat, atau bisa juga angkutan konvensional yang salah karena tidak peka terhadap perkembangan teknolog dan menerapkan aplikasi yang menarik konsumen/penumpang. Bisa saja angkot misalnya untuk menarik minat masyarakat untuk menggunakan angkutan tersebut dengan meningkatkan pelayanan tidak ugal-ugalan dijalan,kursi pakai busa tebal, bersih dengan tersedianya tempat sampah, pakai Ac dan ada sentuhan teknologi informasi seperti  televisi,video dan lain sebagainya yang dapat membuat konsumen/penumpang nyaman menggunakan jasa transportasi tersebut. Intinya adalah inovasi yang dikembangkan oleh kedua model transportasi yang merupakan salah satu solusi agar konsumennya tetap menggunakan jasa transportasi tersebut dan tidak pindah ke transportasi lainnya. Selain itu di perlukan aturan-aturan yang jelas,komprehensif dan tuntas serta mengakomodir kedua model angkutan tersebut, dan ini merupakan tugas pemerintah pusat yang harus segera direalisasikan dan sekali lagi harus tuntas jangan setengah-setengah.

Selain membahas tentang sarana transportasi umum, pembahasan lainnya adalah sosialisasi,tentang subsidi listrik untuk konsumen rumah tangga daya 900 VA.  Berdasarkan peraturan Menteri ESDM N0. 28 Tahun 2016, konsumen Rumah Tangga Daya  900 VA dikelompokan menjadi 2 (dua) golongan tarif ;

  1. Tarif R-1/900 , yaitu tarif untuk konsumen miskin dan tidak mampu, maka konsumen golongan ini dikategorikan konsumen tarif bersubsidi dan tidak mengalami kenaikan tarif;
  2. Tarif R-1/900 VA RTM (Rumah Tangga Mampu), yaitu tarif untuk konsumen mampu, tidak lagi disubsidi dan mengalami kenaikan tarif listrik secara bertahap mulai 1 januari 2017.

Mengenai tarif R-1/900 bersubsidi, masyarakat yang merasa berhak untuk mendapatkan subsidi silakan melaporkan diri dan mengisi formulir pengaduan kepesertaan subsidi listrik di kantor kelurahan tempat tinggal masing-masing.

Beberapa hal yang dibahas dalam rakoor  tidak semuanya dapat di muat dalam postingan ini antara lain administrasi/Retribusi Pernikahan PP. No. 48 tahun 2016 oleh KUA, PendampinganJKN KIS diluar Struktur Puskesmas (UPT Kesehatan) dan OSN  Siswa tingkat Provinsi Jabar dari SDIT Nurul Fikri (UPT, Pendidikan) silahkan di Browsing …

Semoga bermanfaat..

IMG_2593 IMG_2594 IMG_2596 IMG_2597